Selasa, 20 September 2011

Mau LANGSING ? ^_^

Mau langsing? Ayo bangun  lebih pagi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anda merasa badan gemuk dan ingin menjadi lebih langsing? Ada cara yang cukup mudah dan sederhana yang dapat dilakukan. Para ahli di Inggris menganjurkan, mulailah membiasakan diri untuk bangun dan beraktivitas lebih pagi setiap hari.

Percaya atau tidak, menurut sebuah studi terbaru dari London, mereka yang terbiasa bangun lebih pagi akan memiliki bentuk tubuh lebih ramping, lebih bahagia, dan sehat ketimbang mereka yang terbiasa bangun di siang hari.

Para peneliti di Universitas Roehampton Inggris menyimpulkan, bangun pagi juga memberikan manfaat lain seperti misalnya tiba di tempat kerja tepat waktu, menyiapkan segala keperluan sekolah anak lebih awal, dan menyelesaikan pekerjaan rumah lebih cepat.

Peneliti menambahkan, pada orang yang mempunyai kebiasaan begadang hingga larut malam, biasanya akan cenderung memiliki perasaan tertekan atau stres lebih tinggi dan berpotensi mengalami kelebihan berat badan.

Dalam pengamatannya, peneliti telah mewawancarai 1.068 orang dewasa terkait kesehatan dan kebiasaan tidur mereka. Hasilnya diketahui bahwa mereka yang terbiasa bangun pagi umumnya rata-rata mengawali aktivitas lebih awal, lebih bahagia dan bobot yang lebih ideal.

"Ada orang pagi dan orang malam. Mereka yang biasa bangun pagi cenderung lebih sehat dan bahagia serta memiliki indeks massa tubuh lebih rendah," ucap salah seorang peneliti, Dr Joerg Huber.

Dalam konferensi British Psychological Society, Huber menjelaskan alasan mengapa yang rutin bangun pagi lebih beruntung dan punya kualitas hidup lebih baik. Hal itu merujuk pada fakta bahwa melakukan tugas-tugas rutin di pagi hari dan mengurus anak di saat yang tepat justru membantu membuat tubuh menjadi lebih bugar di tengah ketatnya kehidupan modern.

"Mungkin tipe orang yang rutin bangun pagi lebih cocok untuk dunia industri seperti saat ini, ketimbang mereka yang bangun kesiangan," tegasnya.

Sabtu, 10 September 2011

VARISES ????

Varises? Kayaknya kata varises emang udah nga asing lagi dech buat kita. Kita mesti udah sering denger, ya walaupun nga tau ataupun belum begitu paham tentang gejalanya taupun tentang penyebabnya. Nahh, kali ini kita akan membahas tentang apa itu Varises dan cara penyembuhannya.Nahh, yang bakal kita bahas terlebih dahulu adalah apa itu varises. Varises merupakan kelainan pada pelebaran pembuluh darah vena (balik) yang berfungsi mengangkut darah sisa metabolisme dari seluruh jaringan tubuh dan kembali ke jantung. Pada dasarnya sich varises yang berbahaya, tapi bakal jadi masalah kalo kita mau jadi polisi ataupun TNI. Apalagi yang berhubungan dengan modelling nga banget khan kalo kaki kita ada varisesnya???!!! Ada asap pastinya ada api dund. Sama ajah kaya varises, pasti ada penyebabnya. Kali ini kita akan membahas apa sich penyebab timbulkan varises??
PENYEBAB VARISES :
  • Berkurangnya elastisitas dinding pembuluh vena yang menyebabkan pembuluh vena melemah dan tak sanggup mengalirkan darah ke jantung sebagaimana mestinya. Aliran darah dari kaki ke jantung sangat melawan gravitasi bumi, karena itu pembuluh darah harus kuat, begitu juga dengan dinamisasi otot disekitarnya.
  •  Rusaknya katup pembuluh vena, padahal katup atau klep ini bertugas menahan darah yang mengalir ke jantung agar tidak keluar kembali. Katup yang rusak membuat darah berkumpul di dalam dan menyebabkan gumpalan yang mengganggu aliran darah.
PEMICU TIMBULNYA VARISES :
  1. Faktor keturunan
  1. Kehamilan
  1. Kurang gerak 
  1. Merokok
  1. Terlalu sering berdiri
  1. Menderita kolesterol tinggi dan penyakit asam manis
  1. Memakai sepatu hak tinggi
GEJALA TERJADINYA VARISES :
  • Mula-mula kaki dan tungkai terasa berat, diikuti otot yang mudah pegal, kaku, panas dan sakit di seputar kaki maupun tungkai. Biasanya rasa sakit dirasakan menjelang malam, akibat tidak lancarnya aliran darah.
  • Mudah kram, meski kaki dalam kondisi santai.
  • Muncul pelebaran pembuluh darah rambut yang mirip jaring laba-laba (spider navy).
  • Perubahan warna kulit (pigmentasi) di seputar mata kaki, akibat tidak lancarnya aliran darah. Kadang diikuti dengan luka di sekitar mata kaki yang sulit sembuh.
  • Kaki bengkak (edema) karena adanya pembendungan darah.
  • Perubahan pada pembuluh vena luar, misalnya di betis bagian belakang tampak urat kebiru-biruan dan berkelok-kelok. Keadaan ini merupakan gejala varises kronis.
CARA MENGHILANGKAN VARISES SECARA ALAMI
  1. Setelah beraktivitas setiap hari, berbaringlah dengan posisi kaki dan tungkai lebih tinggi dari jantung selama 20 menit. Bagi penderita varises, usahakan tidur dengan posisi seperti ini sepanjang malam. guna melancarkan peredaran darah ke jantung.
  1. Jangan berdiri terlalu lama.
  1. Olahraga rutin untuk melatih otot kaki: jalan santai, jalan cepat; joging, bersepeda, berenang (minimal 30 menit per hari).
  1. Penting !! Jangan pernah memijat daerah yang bervarises, karena dapat menyebabkan pecahnya pembuluh vena. Lakukan pijatan secara ringan namun teratur, di daerah rawan varises dengan arah menuju jantung dengan lembut dan gunakan minyak esensial yang sudah dilarutkan.
  1. Perbanyak konsumsi sayuran dan buah berserat tinggi dan makanan yang dapat merangsang sirkulasi darah, seperti bawang merah, bawang putih, bawang bombay, jahe dan cabai merah. Juga makanan yang kaya dengan vitamin B kompleks, vit C, vit E, vit B6, magnesium, asam folat, kalsium dan zinc.
  1. Kurangi konsumsi gula, garam, daging merah, gorengan, dan protein hewani.
  1. Sering-sering duduk berselonjor kaki, tungkai dan panggul.
Memang penyembuhan varises secara alami memakan waktu yang lama, namun jika menginginkan varisesnya cepat hilang dapat dilakukan dengan injeksi atau suntik secara langsung ke daerah yang ada varisesnya. 
Inilah sekilas tentang varises


Kamis, 08 September 2011

Googbye My Princess - Monday Kiz

Good bye good bye my princess
ijen neoreul bonaelge nalgaereul pyeogo jeo haneul nopi naraga
Good bye good bye my princess
hajiman gieokhaejwo oraedorok neol jikyeojudeon nareul good bye

dorabomyeon soneul naemildeon geon eonjena nayeosseo neoneun kkumman kkuji
  wae naege niga kkuneun kkumen nae jarin eopdago geuri swipge malhani

suljane gidae jineun haessari nunbusyeo
sure chwihae tteoreojin nunmuri nunbusyeo
uljima uljima neol ulligin sirheo
suljane gidae jineun haessari nunbusyeo

sure chwihae tteoreojin nunmuri nunbusyeo
uljima uljima geurae neol wihaeseo
nan geuraeya geuraeyaman handamyeon

Good bye good bye my princess
ijen neoreul bonaelge nalgaereul pyeogo jeo haneul nopi naraga
Good bye good bye my princess
hajiman gieokhaejwo oraedorok neol jikyeojudeon nareul good bye

suljane gidae jineun haessari nunbusyeo
sure chwihae tteoreojin nunmuri nunbusyeo
uljima uljima neol ulligin sirheo
suljane gidae jineun haessari nunbusyeo

sure chwihae tteoreojin nunmuri nunbusyeo

uljima uljima geurae neol wihaeseo
nan geuraeya geuraeyaman handamyeon



Good bye good bye my princess
ijen neoreul bonaelge nalgaereul pyeogo jeo haneul nopi naraga
Good bye good bye my princess
hajiman gieokhaejwo oraedorok neol jikyeojudeon nareul

saranghae, saranghae, naui Princess
neoreul bonaelge nalgaereul pyeogo jeo haneul nopi naraga
good bye, good bye, my love
hajiman gieokhaejwo yeojeonhi neoreul gidarineun nareul saranghae

Ku Relakan Kepergiannya

 
Hari ini tepat satu tahun kematian Fendy. Makamnya berbau harum karena baru ditaburi bunga segar. Suasana pemakaman setempat saatlah sepi karena masih pagi dan kabutpun belum ingin meninggalkan dunia pagi yang mendung ini. Menambah kesepian hati Ingga.
“Ya, kamu sudah ninggalin aku satu tahun Fen, kamu jahat!” ucapnya di sela isak tangisnya.
Ingga sengaja datang ke makam Fendy pagi – pagi. Ia melakukan ini karena ingin merasakan kebersamaan antara Ingga dan Fendy. Ya walaupun Ingga tahu bahwa Fendy tak akan datang dalam wujud nyata.
Sebuah rahasia besar telah disembunyikan Ingga dari Fendy setahun sebelum kematian Fendy. Ternyata Ingga sudah mengidap penyakit kanker payudara stadium 2. Memang Ingga sudah merasakannya sudah sejak lama tetapi Ingga baru memeriksakannya sekitar lima bulan yang lalu.
“Fen, kayanya aku akan segera menyusul kamu deh. Maaf ya aku nggak cerita sama kamu tentang penyakitku ini. Aku akan segera menyusul kamu dan bunda.” Ucap Ingga dikeheningan pagi.


  Hari semakin senja. Matahari pun mulai condong ke arah barat, bersiap menghilang dari langit yang kian merubah warnanya. Perubahan warna langit yang membawa ketentraman di hati orang yang memandang.
Di tengah keramaian alun – alun yang masih direnovasi itu, duduklah seorang pemuda dengan pakain putih abu – abu di bawah pohon Beringin. Digulung setengah lengan bajunya dan di dada kanannya tertulis nama Fendy Sillalahi.
Sudah satu setengah jam ia duduk di bawah pohon Beringin yang sangat rindang itu. Tetapi apa yang ia nanti tak kunjung datang juga. Ketika ia memutuskan untuk pulang, terdengar teriakan sorang gadis memanggil namanya.
“Fen, Fendy!! Tunggu dulu, jangan pulang dulu”
“Akhirnya kamu datang juga Ngga. Aku udah nunggu kamu hampir dua jam tahu!”
“Ya maaflah, aku tadi ada kerja kelompok, jadi telat dech ketemu sama kamu, maaf ya?”
“Ya dech nggak apa – apa. Besok kita jadikan lari – lari pagi?”
“Ya jadi, jam 5.15 WIB kita ketemu di sini ya, inget di bawah pohon Beringin ini. Jangan sampai salah!! Ya udah aku pulang dulu ya, dah sore nih. Bye.. “
“Iya, tenang aja, aku bakal inget kok. Bye, hati – hati di jalan.. “


Matahari belum terbit, kabut pun masih menyelimuti bumi di mana mahkluk hidup berpijak. Orang – orang akan enggak untuk keluar dengan kabut yang setebal kaca, hanya orang – orang yang ingin menikmati udara segar yang akan keluar dari hangatnya selimut berbahan wol.
Tepat di bawah pohon Beringan itu, Fendy telah menunggu Ingga untuk lari pagi bersama. Setelah beberapa menit Fendy menunggu, akhirnya Ingga datang. Tanpa basa – basi mereka langsung berlari sekaligus menghangatkan badan dengan cara menghasilkan keringat.
Setelah empat putaran, mereka berhenti untuk istirahat sejenak. Di sela – sela waktu istirahat mereka saling bercerita tentang pengalaman yang ada di SMA. Memang mereka bersekolah di SMA yang berbeda dan sudah sejak SMP mereka berteman. Perlahan tetapi pasti matahari mulai muncul dari timur dan siap menyinari kehidupan di bumi ini. Fendy dan Ingga pun berpisah untuk kembali ke rumah masing – masing.
Di perjalanan pulang, tanpa sepengetahuan Ingga Fendy tengah merencanakan surprise untuk ulang tahun Ingga yang ke – 16. Ia akan membawa Ingga ke tempat di mana Ingga akan merasa senang dan bahagia.


Sepulang sekolah, Fendy cepat – cepat untuk pulang ke rumah. Karena hari ini adalah hari ulang tahun Ingga. Ia sengaja tidak sms ataupun telepon ke Ingga seperti hari biasanya. Ia pun mengabarkan akan ke rumah Ingga pada hari kemarin. Ia sangat merahasiakan semua rencananya dari Ingga.
Kado ini sangat spesial karena kado ini merupakan hal yang sangat diinginkan oleh Ingga. Yaitu sebuah rangkain bermacam bunga kering yang sudah dimasukkan ke kotak kaca dengan hiasan yang berupa ornamen. Karangan bunga tersebut Fendy sendirilah yang merangkai dan mengumpulkan berbagai macam bunga lalu ia keringkan. Saat Fendy asyik membungkus kado untuk Ingga, tiba – tiba kepalanya berdenyut sangat kencang dan ia merasa semua yang ada di sekelilingnya serasa berputar. Sejenak ia berhenti untuk meredakan rasa pusing yang sangat mengganggunya tetapi, ia tetap menyelesaikan membungkus kado ulang tahun Ingga demi cintanya terhadap Ingga.
Tak sedikitpun Fendy mengurunkan niatnya untuk membuat kejutan bagi Ingga walaupun sakit kepala yang terus menyiksanya karena ia merasa inilah waktu yang paling tetap untuk mengungkapkan cintanya terhadap Ingga di akhir hidupnya. Ia ingin Ingga tahu betapa ia mencintai Ingga sejak SMP.


Orang tua Ingga sudah mengetahui kedekatan antara Ingga dengan Fendy dan orang tua Ingga tak pernah mempermasalahkan kedekatan mereka. Bahkan diam – diam mereka merestui kedeketan anak mereka dengan Fendy tetapi baik orang tua Ingga dan Ingga tak mengetahui penyakit kanker otak yang diderita Fendy.
Langit malam ini sangatlah indah. Langit biru kehitam – hitaman yang benderang ditebari dengan jutaan bintang dan sebuah bulan yang menggantung dengan anggunnya. Di bawah langit biru kehitam – hitaman ini terdapat dua insan manusia yang sedang merasakan kebahagian yang tiada tara. Ingga sangat senang mendapat hadiah dari Fendy. Bukan hanya karena hadiah yang diberikan oleh Fendy tetapi cinta yang begitu indah yanng timbul diantara mereka berdualah yang membuat wajah mereka berseri – seri diselubungi kebahagiaan. Di tengah kebahagiaan mereka, tiba – tiba Fendy mengerang kesakitan. Ingga pun kebingunan karena ia tidak mengetahui kenapa Fendy mengerang kesakitan begitu. Di sela – sela kesakitan yang Fendy alami, ia sempat mengatakan kepada Ingga untuk tidak menangis dan menyesalai apa yang telah terjadi karena semua ini adalah karunia Allah SWT. Tak kuat menahan sakit yang terus mendera akhirnya Fendy pun pingsan.


Ruanngan itu berwarna putih dan aromanya menandakan kematian dan kesengsaraan. Tak banyak yang dapat orang lakukan jika terbaring didalamnya. Begitupula Fendy, ia tidak dapat melakukan apa – apa selain berbaring menunggu keajaiban ataupu mukzizat yang akan diberikan Tuhan kepadanya.
Keluarga Fendy silih berganti menungguinya. Ketika Mamanya yang menunggui, Fendy pun menceritakan apa yang sedang ia rasakan saat ini.
“Ma, Mama tahu kan kalau aku pacaran sama Ingga?”
“Ya sayang Mama tau itu kok. Emangnya kenapa? Papa juga sudah tahu dan kami berdua merestui hubungan kalian. Lagipula keluarga kita juga dekat dengan keluarga Ingga.”
“Justru itu Ma masalahnya. Mama tau kan waktu Fendy sudah nggak banyak lagi, Fendy nggak mau ngebuat harapan kosong kaya gini ke Ingga dan juga keluarganya.”
“Sayang, di dunia ini nggak ada satu orang pun yang tahu kapan ia akan dipanggil oleh Allah SWT. Jadi kamu jangan memvonis diri kamu sendiri kalau waktu kamu sudah tidak lama lagi.”
“Ya Ma, Fendy percaya itu kok. Fendy minta tolong boleh kan Ma? Tolong jangan kasih tahu ke Ingga kalau Fendy sudah sakit kanker otak stadium 3. Janji ya Ma?”
Sedang asyiknya Fendy dan Mamanya mengobrol, terdengar suara pintu diketuk. Ternyata Ingga yang datang. Mamanya pun permisi untuk melaksanakan sholat. Setelah Mamanya Fendy keluar dari kamar, tiba – tiba kemarahan Ingga meledak. Ia merasa dibohongi oleh Fendy atas apa yang selama ini Fendy alami. Tentang penyakit yang dideritanya.
“Kamu jahat Fen. Kenapa kamu nggak cerita dari dulu tentang penyakit kanker otak yang kamu derita??”
“Maaf Ngga, bukannya aku nggak mau cerita sama kamu, aku nggak mau ngerusak kebahagiaan kamu. Aku nggak mau ngeliat senyum manismu hilang dari wajah lembutmu..”
“Kenapa kamu bisa berpikiran kaya gitu sih Fen? Apa kamu bakalan ngerasa dikasihani sama aku kalau aku tau kamu sakit kanker otak? Ya sudahlah sekarang kamu harus janji sama aku bahwa kamu sanggup bertahan buat ngelawan sakit kamu ini. Janji ya Fen?”
“Ya Ngga, aku janji sama kamu aku bakalan nemenin kamu setiap hari setelah sakitku ini sembuh (tapi mungkin itu nggak akan terjadi karena sakit aku terlalu parah Ngga)”
“Ya sudah aku pamit pulang dulu ya, sudah sore belum mandi. Hehehehe..... “
Sepeninggalan Ingga, Fendy merasakan sakit kepala yang sangat menyiksanya. Kepalanya serasa akan pecah dan ia merasa sudah tidak kuat untuk menahan rasa sakit ini semua.
“Aaaarrrrrrgggghhhhhhhhh..... Ma, kepala Fendy sakit banget, Fendy sudah nggak kuat nahan ini semua Ma.. “
“Ya sayang, sabar dulu ya biar Mama panggilkan dokter. Kamu tahan dulu ya Mama percaya kamu kuat menghadapi ini semua.”
Mama Fendy pun segera mencari dokter. Sementara itu, Fendy masih meraung – raung kesakitan. Tak berapa lama Mama Fendy dan dokter tiba. Dokter itu masuk ke kamar dan memberi Fendy obat peredam sakit dan obat tidur. Setelah Fendy tertidur dokter itu mengatakan kepada Mama Fendy bahwa kemungkinan Fendy selamat sangatlah kecil dan kita hanya bisa mendoakan semoga Allah SWT memberikan mukzizat kepada Fendy.


Keheninganpun terasa hanya isak tangis dan jeritan yang terdengar. Tangis dan jeritan pun mengiringi kepergian Fendy. Memang terasa begitu cepat kepergian Fendy, tetapi ini semua memang kehendak Allah SWT.
”Semua mahkluk hidup di dunia akan mati jadi kita memang harus siap dan merelakannya. Sulit memang untuk dapat merelakan Fendy tetapi kita tetap harus merelakannya untuk kembali di sisi-Nya. Sekarang kita berdoa saja semoga amal dan ibadah Fendy diterima oleh Allah SWT.” Ujar Papa Fendy.
Di rumah Fendy sudah ramai orang yang melayat. Semua mengucap bela sungkawa kepada keluarga Fendy. Tak hanya tetangga dan teman – teman Fendy tetapi guru – guru dan kenalan Fendy semua datang untuk memberikan penghormatan terakhir. Menurut mereka, Fendy merupakan pribadi yang santun dan sopan selain itu dia juga sangat menyenangkan.tetapi kini hanya kenangan yang akan tersisa tentang kepribadian Fendy yang menyenangkan.
Jenazah Fendy sudah dimandikan dan disholati. Jenazah sudah siap untuk dikebumikan.Sebelum jenazah diberangkatkan ke pemakaman, Mama Fendy memberi Ingga sebuah kotak yang tertutup rapat. Kata Mama Ingga itu kotak dari Fendy untuk Ingga.
Jenazah Fendy akan segera dikebumikan. Semua pelayat berangsur – angsur meninggalkan rumah Fendy tetapi tak begitu dengan teman – teman Fendy dan Ingga. Ingga berusaha untuk tidak menitikkan air mata karena ia ingat pesan Fendy untuk tidak menangis di waktu kepergiannya.
“Fen, gimana aku akan sanggup buat nggak nangis kalo kamu ninggalin aku buat selamanya?” ucap Ingga pada dirinya.
Ingga memutuskan akan ikut pemakaman Fendy. Ia ingin melihat Fendy untuk yang terakhir kalinya.
Setelah Fendy dimasukkan ke liang lahat, Ingga melemparkan serangkai bunga sebelum jenazah Fendy ditutup tanah. Ia melemparkan bunga itu untuk menemaninya di kegelapan timbunan tanah.
“Fen, kamu yang tenang yang di sana inget aku selalu ya? Aku nggak akan ngelupain saat – saat bersamamu. Aku akan selalu mendoakan kamu semoga kamu bahagia di sana dan satu lagi, tunggu aku di sana ya, kita akan bersama untuk selamanya” ujar Ingga.


Ingga duduk di kamar seorang diri. Ia sedang mengenang masa – masa bersama dengan Fendy. Dari mereka SMP sampai saat Fendy meninggal. Tiba – tiba Ingga loncat dari kursi dan mengambil kotak yang tadi diberikan oleh Mama Fendy. Setelah dibuka ternyata isinya sebuah surat dan sebuah buku harian. Ingga lalu membaca surat itu setelah selesai membaca Ingga lalu membuka halaman pertama buku harian itu. Di halaman pertama tertulis “Bacalah satu – persatu halaman dan resapi apa makna yang ada di setiap lembaran itu dan bacalah satu halaman setiap harinya”. Membaca itu Ingga lalu tersenyum.
“Hemm, kamu emang punya cara tersendiri buat nyenengin hati aku ya Fen..”
Ingga masih saja tersenyum memandang buku harian dan surat itu. Diselipkannya surat itu kedalam buku harian itu. Ia akan menyimpan itu semua sebagai hadiah dan kenangan terindah dari Fendy. Sesaat Ingga merasakan nyeri di bagian payudara dan disekitar pinggangnya tetapi, ia tidak menghiraukannya karena ia merasa sangat bahagia mendapat kotak yang penuh kehidupan dari Fendy. Selesai membaca halaman pertama, Ingga memutuskan untuk tidur karena mengantuk dan sambil tertidur ia memeluk buku harian itu dengan erat dan sangat hangat.